Sunday, 13 October 2013

Tugas 1 " Softskill Perilaku Konsumen "

“Perilaku Konsumen Dalam Memilih Produk Antara:
Camera Pocket VS Camera DSLR”













Disusun Oleh :
 
               Albina Dini Astuty                          (10211541)               
           Evi Wijayanti                                (12211538)          
   Puti Rahmadhani Ambun Suri (15211618)
Sri Adelina Purba                        (18211260)
Sri Rizky Rahayu                         (18211857)

3EA07
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013 / 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Perilaku Konsumen Dalam Memilih Produk Antara: Camera Pocket VS Camera DSLR ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, serta keluarganya, para sahabat dan seluruh umatnya yang berada di alam raya ini.
Makalah ini berisikan tentang perilaku-perilaku konsumen yang terjadi di dalam masyarakat terhadap segmentasi pasar yang dibuat oleh produsen beserta beberapa penjabaran contoh kasus yang kerap dialami oleh masyarakat luas.
Dengan demikian kiranya kami berharap agar makalah yang sederhana ini dapat ikut ambil bagian dalam menumbuh kembangkan aspek informasi dan pengetahuan kita semua. Tentunya kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritik dari pembaca senantiasa kami harapakan untuk perbaikan di kemudian hari.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini baik secara moril maupun materiil. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kami. Amin Ya Robbalalamin
          
                                                                                                           Depok, Oktober 2013

Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Faktor-faktor demografis merupakan dasar-dasar yang paling sering digunakan bagi pemangsaan pasar, pertama karena mereka mudah diukur dan kedua, karena mereka dipandang sebagai teristimewa penting dalam membeda-bedakan pasar. Faktor-faktor demografis meliputi : wilayah, usia, jenis kelamin, pendidikan, status, pekerjaan, penghasilan, agama, dan ras. Masing-masing dapat bermanfaat dalam pemangsaan pasar bagi produk-produk tertentu.
Wilayah adalah sebuah daerah yang dikuasai atau menjadi territorial  dari sebuah kedaulatan. Pemangsaan pasar atas dasar Wilayah bagi seorang produsen adalah untuk memasarkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Pemangsaan pasar atas dasar Usia calon-calon pembeli adalah penting bagi banyak produk, terutama yang dirancang tersendiri bagi pangsa-pangsa pasar tertentu. Sebagai contohnya, beberapa merk butir-butiran untuk hidangan pagi dimaksudkan untuk memenuhi selera anak-anak, sedangkan merk-merk lain dimaksudkan agar menarik bagi konsumen-konsumen dalam cakupan usia yang lebih luas. Pemangsaan pasar atas dasar Jenis kelamin adalah untuk memasarkan produknya, misalnya pakaian, kosmetik, dan majalah. Banyak perusahaan kosmetika, yang mengembangkan produk parfum yag hanya ditujukan kepada para wanita atau kaum pria saja. Pemangsaan pasar atas dasar pendidikan adalah untuk mengarahkan suatu kelompok kunsumen dengan tingkat pendidikan umum yang khusus. Misalnya, “Putih abu-abu” dan majalah film ditujukan kepada para lulusan SMP dan diatasnya. Pemangsaan pasar atas dasar Status adalah pasar dapat disegmetasi menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali, dan pengguna regular dari suatu produk, pemimpin pemasaran akan memfokuskan pada cara menarik pengguna saat ini agar meninggalkan pemimpin pemasaran. Pemangsaan pasar atas dasar Pekerjaan adalah penting bagi produk-produk yang dikonsumsi dalam cara-cara yang bertalian dengan pekerjaan. Pembelian alat-alat atau perlengkapan untuk kerja dan baju seragam atau pakaian khusus merupakan kasus-kasus yang diperbincangkan. Pemangsaan pasar atas dasar Penghasilan adalah suatu dasar penting bagi pemangsaan pasar, tetapi penggunaanya telah dibatasi dengan dua alasan : ia sulit diukur, dan sering kali berkolerasi amat tinggi dengan penghasilan, yang mudah diukur. Agama adalah suatu dasar pemangsaan penting didaerah-daerah terbatas tertentu, kebutuhan-kebutuhan akan makanan khusus, dan minuman-minuman larangan, berpengaruh atas penstrukturan suatu pasar. Beberapa tahun lalu timbul perhatian besar terhadap potensi Ras (terutama yang berkulit hitam) sebagai suatu dasar bagi pemangsaan pasar tetapi penelitian telah menunjukan bahwa kecuali karena beberapa perbedaan fisik nyata yang dicerminkan dalam keaneka-ragaman produk yang ditemukan dalam koemetik dan produk-produk pemeliharaan rambut, tidak hanya pangsa yang ditentukan bedasarkan ras. Banyak perbedaan lebih baik diterangkan berdasarkan penghasilan, meskipun beberapa pilihan makanan.

1.2.  Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka kami dapat mengidentifikasikan masalah yakni sebagai berikut :
-        Bagaimana cara memahami perilaku konsumen tentang pandangannya akan segmentai pasar akan produk yang ada?
-        Pendekatan-pendekatan apa saja yang sebaiknya dilakukan agar kita dapat memahami seluk beluk perilaku konsumen?

1.3 . Maksud dan Tujuan Penulis
Maksud dan tujuan dari penulisan kami ini ialah untuk mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam menyikapi suatu produk dan juga untuk mengetahui cara dan metode terbaik dalam pemahaman akan perilaku konsumen itu sendiri sehingga para pebisnis dan juga wirausahawan dapat menempatkan strategi terbaik dalam segmentasi pemasaran produk mereka agar diminati oleh konsumen.

BAB II
PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen merupakan suatu proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat  mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). perilaku konsumen sendiri dapat di definisikan sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dengan kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi.
Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi.
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.
Menurut Handi Irawan, Perilaku Konsumen Indonesia dikategorikan menjadi sepuluh, yaitu :
1.     Berpikir jangka pendek (short term perspective), ternyata sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit untuk diajak berpikir jangka panjang, salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba instant.
2.     Tidak terencana (dominated by unplanned behavior). Hal ini tercermin pada kebiasaan impulse buying, yaitu membeli produk yang kelihatan menarik (tanpa perencanaan sebelumnnya).
3.     Suka berkumpul. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan suka berkumpul (sosialisasi). Salah satu indicator terkini adalah situs social networking seperti Facebook dan Twitter sangat diminati dan digunakan secara luas di Indonesia.
4.     Gagap teknologi (not adaptive to high technology). Sebagian besar konsumen Indonesia tidak begitu menguasai teknologi tinggi. Hanya sebatas pengguna biasa dan hanya menggunakan fitur yang umum digunakan kebanyakan pengguna lain.
5.     Berorientasi pada konteks (context, not content oriented). Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Dengan begitu,konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu sendiri.
6.     Suka buatan Luar Negeri (receptive to COO effect). Sebagian konsumen Indonesia juga lebih menyukai produk luar negeri daripada produk dalam negeri, karena bisa dibilang kualitasnya juga lebih bagus dibanding produk di Indonesia.
7.     Beragama (religious). Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama, ulama atau pendeta. Konsumen  juga  suka  dengan produk yang mengusung simbol-simbol agama.
8.     Gengsi (putting prestige as important motive). Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walau belum waktunya. Saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laris terjual di negeri kita pada saat krisis ekonomi sekalipun. Menurut Handi Irawan D,ada tiga budaya yang menyebabkan gengsi. Konsumen Indonesia suka bersosialisasi sehingga mendorong orang untuk pamer. Budaya feodal yang masih melekat sehingga menciptakan kelas-kelas sosial dan akhirnya terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas.  Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengan materi dan jabatan sehingga mendorong untuk saling pamer.
9.     Budaya lokal (strong in subculture). Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun  unsur fanatisme kedaerahan-nya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain.
10. Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environment). Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kurangnya kepedulian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi jika melihat prospek kedepan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah atas relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga akan lebih mudah memasarkan produk dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka.

PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN
Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan yaitu:
Ø  Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal
Ø  Pendekatan nilai guna Ordinal 

Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal
Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal atau sering disebut dengan teori nilai subyektif : dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitif / dapat diukur, dimana keseimbangan konsumen dalam memaksimumkan kepuasan atas konsumsi berbagai macam barang, dilihat dari seberapa besar uang yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya. Oleh karena itu keseimbangan konsumen dapat dicari dengan pendekatan kuantitatif.
·       Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Misalnya: mata uang.
·       Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu.
Kepuasan marginal (marginal utility). Tambahan kepuasan yang diperoleh dari penambahan jumlah barang yang dikonsumsi. Hukum tambahan kepuasan yang semakin menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility). Besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.

Pendekatan nilai guna ordinal
Pendekatan nilai guna ordinal atau sering juga disebut analisis Kurva indeference : manfaat yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak kuantitif / tidak dapat diukur. Pendakatan ini muncul karena adanya keterbatasan - keterbatasan yang ada pada pendekatan cardinal, meskipun bukan berarti pendekatan cardinal tidak memiliki kelebihan.
Kelemahan pendekatan ordinal
Kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.
Persamaan kardinal dan ordinal
Persamaan cardinal dan ordinal yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility).
Perbedaan kardinal dan ordinal
Nilai guna (Utility) Kardinal menganggap bahwa besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan/angka. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan / angka.
Analisis cardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utility (pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama.

CONTOH KASUS
Sebagai contoh kasus, dalam diskusi kali ini kelompok kami akan mengangkat tema tentang Camera Pocket vs Camera DSLR sebagai acuan (contoh nyata) konsumenisme di masyarakat.
Alasan mengapa kami mengangkat tema ini adalah karena melihat dari sisi melonjaknya permintaan terhadap sebuah alat pengabadian kejadian secara nyata dan langsung yang dapat dilihat oleh panca indera dan dapat dijadikan kenangan dimasa yang akan datang yang dimana, alat yang bersangkutan dengan persaingan pemasaran. Tidak dipungkiri memang kedua produk tersebut adalah produk yang sedang booming di masyarakat terutama  pada kalangan remaja. Terdapat beberapa perbandingan yang signifikan, mungkin baik di sisi harga maupun sisi kelebihan alat terebut untuk membantu proses kegiatan pengabadian kejadian yang semakin baik dengan orang di seluruh penjuru dunia. 

Produk Camera Pocket
kamera digital bukan sebuah perkara yang mudah, sering kali kita hanya tahu merek dan mendengar dari teman ataupun saudara akan sebuah reputasi suatu kamera digital. Seringkali apa yang kita inginkan tidak sama dengan kenyataan di lapangan, ketika kita memutuskan untuk membeli kamera atau lensa. Ada dua hal yang menyebabkan anda bingung dalam menentukan pilihan; pertama, Sebabkan ketidak tahuan kita akan sederet kode atau istilah-istilah yang tertera pada brosur ataupun kotak pembungkus. Kedua, Bujukan ala marketing bahwa A lebih bagus dari B, dan seterusnya.
Untuk mengurangi resiko “salah memilih”, Postingan ini mencoba menjelaskan tentang fitur dan kode/inisial yang biasa di sematkan dalam suatu brosur, iklan ataupun yang tertera pada box pada kamera saku digital. Penjelasan keterangan-keterangan yang ada, diambil hanya berdasarkan rata-rata dan tidak mungkin satu-satu di jelaskan, Disebabkan ada ratusan kamera saku dari merek yang sama hingga yang berbeda yang beredar dan masuk ke Indonesia.
Image Sensor
Camera Effective Pixels
Approx 16.1 Million Pixels
4.3 (W) - 21.5 (T)mm
(35mm film equivalent : 24 (W) - 120 (T)mm)
5 x
3cm (1.2in.) - infinity (W), 90cm (3.0ft.) - infinity (T)
Macro: 3 - 50cm (1.2in. - 1.6ft.) (W)
Lens - Shift Type
Lens
Focal Length :
Zoom Magnification
Focusing Range
Image Stabilizer (IS) System:
Imaging Processor
DIGIC 5
LCD Monitor
Type :
Display Size :
Effective Pixels :  
Aspect Ratio :
Features :
TFT colour (with wide viewing angle)
3.2 Type
Approx. 461,000 dots
16 : 9
Touch Panel, brightness adjustment (5 levels)

Ø  Camera effective pixels, ini adalah keterangan berapa pixel kamera tersebut, biasanya dengan kalimat Approx…
Contoh: Approx 16.1 Million pixels, berarti kamera tersebut 16 Mega Pixel
Ø  Image sensor, jika ada ukurannya biasanya berjenis 1/1.7”, 1/2.5”, 1/2.3”, lihat gambar di bawah ini tentang ukuran sensor-sensor pada kamera digital yang diambil dari situs Wikipedia
Ø  Imaging Processor, Jenis sensor pengolah image, sesuai masing-masing fendor, Canon biasanya DIGIC, Olympus adalah TruePic, Sony adalah Exmor R dan lain-lain.
Ø  Jenis Sensor, ada dua jenis yang di kenal dalam dunia digital, sensor CCD dan sensor CMOS. CCD merupakan singkatan dari Charged Coupled Device, dan CMOS kepanjangannya Complementary Metal Oxide Semiconductor. Kedua jenis sensor ini mempunyai kesamaan yaitu mengubah cahaya menjadi elektrons, mirip prinsip kerja panel sel matahari, salah satu yang biasanya menjadi marketing gimmick adalah CMOS lebih bagus dan baru dari CCD. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, bisa di lihat dalam white paper di sini.
Ø  Focal Length, keterangan tentang panjang fokal lensa pada kamera saku tersebut, biasanya tertera nX zoom, kemudian diikuti dengan n mm - n mm, contoh, 5x zoom (optical) 5.0-25.0 mm. Jika ingin di telusuri dari mana angka 5X zoom, dari angka 25mm(tele) : 5mm(wide) = 5. Bila masih saja penasaran jika di samakan dengan lensa full frame/lensa film 35mm berapa panjang fokal kamera yang saya pilih, pertama tentu harus di cari ukuran sensornya, jika pada keterangan image sensor (keterangan pada no 2), berjenis sensor 1/1.7 inchi, maka yang harus di cari terlebih dahulu adalah crop factor untuk jenis sensor ini, caranya lebar full frame/35 mm : lebar 1/1.7 sensor, (lihat Gambar kedua) lebar full frame = 36mm, dan lebar 1/1.7” = 7.6mm, berarti crop factor-nya adalah 36 : 7,6 = 4.7. Jika demikian, maka panjang fokal lensa kamera pocket saya di bandingkan dengan lensa pada full frame adalah, 5×4.7-25×4.7= 24-120mm(pembulatan). Yang tidak kalah penting di sini abaikan keterangan digital zoom yang menakjubkan seperti 40x zoom, ini hanya marketing gimmick, karena kualitas gambar menurun disebabkan zoom hanya pembesaran pada image secara digital bukan secara optical.
Ø  Aperture, biasanya tertera dengan fn-fn, sampel: f2.8-4.9, kenapa ada 2? Posisi aperture terbesar(angka lebih kecil) biasanya pada posisi wide, sedangkan pada posisi lensa tele akan mengecil(angka besar).
Ø  Focus Range, contohnya 20cm – infinity (W), 85cm-infinity (T), dari keterangan pada sampel, berarti titik focus terdekat pada posisi wide adalah 20 cm hingga tak terhingga, dan 85 cm pada posisi zoom pol. Namun jika ada keterangan Macro 1 cm to infinity (∞), berarti pada SCN Makro mode, jarak lensa terhadap objek bisa sedekat 1 cm.

Produk Kamera SLR
Kamera refleks lensa tunggal‎ ( Single-lens reflex (SLR) camera ) adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, Satu untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.
Kamera SLR menggunakan pentaprisma yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai jendela bidik. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai film.

Keunggulan dan kelemahan Camera Pocket dan Camera DSLR
  • Camera Pocket
Ukuran & Bobot
Soal ukuran dan berat, kamera saku tentu saja lebih ergonomis. Gampang masuk ke kantong dan tas tangan.
Tidak Berisik
Proses kerja kamera saku cenderung halus, tidak berisik.
Modus Otomatis
Kamera saku dilengkapi banyak fasilitas pemotretan otomatis yang serba gampang. Beberapa kini sudah dilengkapi dengan modus manual.
Harga Lebih Terjangkau
Kamera saku digital memang lebih murah dibanding dengan DSLR. Kini sobat bisa mendapatkan kamera saku model terbaru dengan harga di bawah Rp 1 juta.
Membidik LCD
Proses membidik obyek dikamera ini kebanyakan menggunakan layar LCD yang besar sehingga lebih nyaman. Layar LCD ini juga digunakan untuk melihat hasil jepretan.
Kualitas
Karena sensor yang dimiliki kamera jenis ini kecil, maka kualitas gambar hasil jepretan nya masih kalah dengan hasil jepretan kamera DSLR yang memiliki sensor lebih besar.
Jangakuan ISO
Kamera saku memiliki rentang nilai ISO yang pendek sehingga untuk kondisi di suatu lokasi tertentu, seperti di dalam ruangan atau di malam hari kurang bagus hasil nya.
Kecepatan
Kamera kompak memiliki keterbatasan dalam kecepatan rananya, sehingga untuk memotret obyek yang bergerak cepat seperti objek balap motor agak sulit dilakukan.
Kontrol Manual Terbatas
Karena itu, pengesetan otomatis jadi andalan. Karenanya, kontrol manual dibatasi. Ini artinya sobat juga dibatasi untuk berkreasi dengan aneka gaya. foto. Foto dikamera saku memang diarahkan hanya untuk hasil “ terang dan tajam” saja.
Kurang Adaptif
Maksudnya adalah sulit mengganti lensa. Bagaimana jika ingin memotret obyek yang jarak nya jau
h ? Karena tidak bisa mengganti dengan jenis lensa  tele, keinginan tersebut harus ditunda. Kecuali membeli kamera kompak yang memiliki fasilitas lensa tele. 
  • Camera DSLR
Siapa yang tidak mengetahui kamera DSLR yang merupakan tipe kamera pilihan para fotografer profesional. Namun demikian, kamera ini bukan lagi hanya digunakan oleh fotografer profesional saja saat ini.
Bagi para pecinta dunia fotografi, menggunakan kamera digital SLR ini merupakan pilihan yang terbaik. Beberapa dari mereka memberikan alasan bahwa kamera ini dapat memberikan hasil yang sangat memuaskan dalam kualitas gambar yang dihasilkan. Selain itu, bagi mereka yang ingin serius menekuni dunia fotografi namun masih tergolong pemula dapat sekaligus belajar langsung menggunakan peralatan kamera yang sama digunakan oleh fotografer profesional ini.
Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh kamera DSLR yang sering dikatakan oleh penggunanya adalah kemudahan dalam penggunaan dan kelengkapan fitur yang dimilikinya. Selain itu, jika kita adalah pengguna kamera jenis ini, kita bisa melakukan beberapa peningkatan pada kamera kita jika memang dirasa sudah kurang memberikan hasil yang maksimal.
Adapun lensa adalah salah satu hal yang sering ditingkatkan dalam penggunaan kamera digital jenis SLR ini. Lensa merupakan hal utama yang paling penting jika kita ingin mendapatkan hasil gambar yang lebih baik. Beberapa orang pengguna kamera digital SLR juga sangat menyukai kemudahan dalam mengedit hasil pengambilan gambar dengan menggunakan fitur yang ada di dalam kamera, sehingga hal ini akan menghemat waktu kita karena kita bisa mengedit gambar tanpa perlu menggunakan komputer.
Namun demikian, pilihan untuk pengeditan gambar masih dirasakan kurang memadai untuk tingkat profesional.
Tidak lengkap rasanya jika kita hanya membicarakan kelebihan dari kamera profesional ini karena memang setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa kekurangan yang sering dirasakan oleh pengguna kamera ini adalah harganya yang terbilang relatif mahal jika pengguna masih tergolong di dalam kelas pemula di dunia fotografi. Untuk aksesoris tambahan pun kita perlu mengeluarkan uang yang tidak sedikit jumlahnya seperti membeli lensa baru yang memiliki kualitas lebih baik. Jadi disarankan bagi kita yang membeli kamera ini harus benar-benar serius dalam menekuni atau belajar menghasilkan gambar berkualitas karena melihat cukup mahalnya harga yang harus kita bayar untuk memiliki sebuah entry level dari kamera DSLR.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Perilaku konsumen sendiri dapat di definisikan sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakuk.an pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi.
Berhubungan dengan segmentasi pasar yang dilakukan oleh produsen dalam menciptakan inovasi dan pembaruan terhadap suatu produk, hal itu merupakan kemudahan untuk konsumen dalam memilih dan mempertimbangkan produk yang dipilihnya sesuai dengan segi demografis yang dimilikinya.

DAFTAR PUSTAKA
Referensi :
Oentoro, Deliyanti, 2012, ”Manajamen Pemasaran Modern,” Yogyakarta: LaksBang PRESSindo
Clindif, W. Edward; Still, Richard R & Covont, Norman A., 1998, ”Fundamentals Of Modern Marketing,” Yogjakarta: Liberty
http://ngradax.blogspot.com/2011/06/kelebihan-kekurangan-kamera-pocket.html.
http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2012/06/18/fungsi-fungsi-dan-keterangan-pada-kamera-digital-saku-471432.html.
http://en.wikipedia.org/wiki/Image_sensor_format.

Thursday, 10 October 2013

Tugas Bhs. Indonesia 3 (No Softskill)

====================================================================

TUGAS BAHASA INDONESIA 3

  " MENDESKRIPSIKAN DIRI SENDIRI




Disusun Oleh :
ALBINA DINI ASTUTY

KELAS / NPM  : 3EA07 / 10211541

Mata Kuliah  : BAHASA INDONESIA
Dosen          : SENDI EKA NANDA

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN

UNIVERSITAS GUNADARMA

2013 / 2014 
============================================================================== 
             
                Berikut ini saya akan menggambarkan tentang diri saya sendiri, bagaimana watak saya, kelebihan dan kekurangan, kegemaran dan sebagainya. 

       
 
            Perkenalkan Nama saya Albina Dini Astuty, saya biasa di panggil Dini, saya lahir di Jakarta pada tanggal 12 Maret 1993, umur saya 20 tahun, dahulu saya tinggal di Jakarta tetapi keluarga saya memutuskan untuk pindah ke Bogor tepatnya di daerah Cibinong, saya tinggal di Puri Nirwana 2 Blok AW 09, saya tinggal bersama kedua Orang Tua saya dan juga kedua adik saya, saya anak pertama dan merupakan satu-satunya anak perempuan di keluarga dan adik saya kedua-duanya laki-laki.

            Saya akan bercerita tentang pendidikan saya, pada tahun 1998, saya mulai masuk sekolah Tk tepatnya di Tk Islam Kasih Ibu sampai tahun 2000, kemudian pada tahun 2000 sampai tahun 2005 saya masuk ke SD Negeri Cikaret 1 Cibinong, lalu saya masuk ke SMP Unggulan Citra Nusa Bogor dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008, setelah saya lulus dari SMP, kemudian saya melanjutkan ke SMA dan saya mulai menjadi anak SMA, saya bersekolah di SMA PLUS PGRI Cibinong, saya mengambil jurusan science dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011, ketika saya sudah mentamatkan sekolah saya, untuk saat ini saya sedang belajar ilmu Ekonomi Manajemen di Universitas Gunadarma mulai tahun 2011 sampai sekarang, saat ini saya Mahasiswa tingkat 3 semester 5. Banyak sekali tugas-tugas yang diberikan oleh Dosen ketika saya menjadi Mahasiswa.

            Kehidupan saya di lingkungan keluarga atau di lingkungan pergaulan biasa saja, di lingkungan keluarga biasanya saya selalu curhat kepada Ibu saya, karena curhat dengan Ibu saya sendiri sangat menyenangkan dan saya tidak malu menceritakannya, karena saya dan Ibu saya sangat terbuka kami juga sangat dekat, Ibu saya mengetahui saya dari A sampai Z dan saya pun tidak tertutup kepada Ayah maupun adik saya dan semuanya baik-baik saja, untuk di lingkungan pergaulan seperti biasa saya bergaul dengan apa adanya dan tidak macam-macam, saya bergaul seperti yang lainnya, hangout bersama teman-teman dan lain-lain.

            Saya adalah orang yang simple, tidak suka dengan aturan yang ketat atau prosedur yang berbelit-belit. Kebebasan adalah satu hal yang nyaman bagi saya pribadi. Saya juga bukan tipe orang yang ambisius dalam mengejar sesuatu, lebih baik bersikap biasa-biasa saja dan sewajarnya. Saya juga memiliki sifat pendendam terhadap orang lain, dan juga memiliki sifat tidak mau mengalah atau ingin menang sendiri.

            Menurut orang terdekat saya, saya memiliki kepribadian baik tetapi ketika saya mulai berbicara omongan saya terkadang menyakitkan, Okelah..memang Saya akui itu..hehe, Saya juga memiliki kepribadian penakut, cerewet, pemarah dan juga kurang percaya diri, saya juga memiliki rasa simpati terhadap orang lain dan tidak tega jika melihat orang lain menderita, seperti ingin membantunya, saya orang yang suka jalan-jalan walaupun itu tempatnya jauh sekalipun karena saya suka berpetualang, saya memiliki kepribadian 4 dimensional atau berubah-ubah, dan saya seorang fashion terorrist yang artinya suka menabrak warna dalam berpakaian, tetapi apa yang saya kenakan pantas saja ketika digunakan..hehe , saya memiliki kepribadian yang ramah kepada orang tetapi jika orang itu belum mengenal saya mereka mengira saya ini orang yang jutek dan sombong, tetapi ketika sudah mengenal saya mereka bilang saya bukan orang seperti itu. Saya juga orang yang pekerja keras dan memiliki rasa keingin tahuan yang besar, sekian penggambaran watak saya, pasti semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.                                                                                                                                                                 

             Saya memiliki kegemaran bernyanyi, karena bernyanyi itu menyenangkan, saya tidak peduli suara saya bagus atau jelek yang penting saya suka bernyanyi, saya selalu mendengarkan musik, karena saya sangat menyukai musik, saya menyukai semua jenis musik, tetapi yang saya paling suka jenis musik RNB karena musik-musik jenis RNB seakan membuat pendengarnya ingin dance dengan suara beat nya. Saya juga menyukai makanan, walaupun badan saya kurus tetapi jika melihat makanan rasanya ingin melahapnya, saya dapat menghabiskan makanan 7 atau 10 kali dalam sehari tetapi badan saya tidak gemuk-gemuk tetap saja kurus, baguslah daripada gemuk atau gendut saya tidak menyukai itu. Kegemaran Saya yang lain saya menyukai korean wave.
          
                Saya akan menceritakan bagaimana saya bisa terjangkit wabah demam Korea, ketika saya masih duduk di bangku SMA teman-teman saya selalu bercerita tentang yang namanya Korea, saya tidak terlalu suka Korea karena saya tidak menyukai laki-laki yang menari menurut saya itu seperti banci dan saya tidak suka jika laki-laki menunjukan keimutannya itu sama saja seperti perempuan, setiap hari saya bosan mendengarkan omongan teman-teman saya yang selalu all about Korea, mereka selalu berbicara tentang Korea, mulai dari penyanyi, aktor, drama sampai-sampai budaya nya mereka semua tahu, saya memang pernah menonton drama asia contohnya seperti full house, twins, meteor garden, one liter of tears, tetapi saya hanya suka menontonnya karena berbeda dengan sinetron-sinetron Indonesia yang setiap hari marah-marah, sedih, orang miskin dianiaya. Kemasan drama asia menurut saya sangat berbeda dengan sinetron yang ada di Indonesia, tetapi saya belum menyukai Korea seperti teman-teman saya. Dimulai ketika saya menonton boys before flower yang pada saat itu ditayangkan di Indosiar saya jadi  tertarik dengan Korea, terutama laki-laki Korea, saya jadi terkena omongan sendiri, memang apa yang kita benci menjadi terbalik jadi kita yang menyukainya, lalu ketika saya melihat super junior dengan lagunya yang berjudul Bonamana , Wah..saya sangat tertarik dengan mereka, lalu berlanjut ada boyband atau girlband lainya, saya menyukai Korean wave memang karena ketampanan dan kecantikan artis nya tetapi dilain itu saya juga menyukai Korean wave di karenakan perjuangan mereka di industri entertainment sangat berat, ketika masih anak-anak mereka dilatih atau ditraining bertahun-tahun untuk menjadi artis profesional untuk negaranya dan dunia internasional, mengapa di dunia internasional ? karena mereka tidak hanya berpromosi di negaranya sendiri melainkan mereka juga harus berpromosi di luar negeri, contoh nya Jepang, karena banyak sekali artis Korea yang debut di Jepang, tidak hanya di Jepang tetapi China sampai Amerika, belum lagi mereka harus berpartisipasi di show-show mereka. Ketika menjadi peserta latihan jarang sekali mereka menghabiskan waktu dengan bermain bersama teman-teman atau berkumpul dengan keluarga mereka, di karenakan mereka harus masuk inkubasi training center dalam agensi mereka, perjuangan yang sangat berat, mereka harus bersekolah dan ketika pulang sekolah tidak pulang kerumah melainkan harus latihan menyanyi, menari dan lain-lain, tetapi belum tentu mereka menjadi artis di masa depan, bahkan ada peserta training yang bunuh diri karena persaingan sangat kuat untuk debut menjadi artis. Selanjutnya hal terakhir yang saya suka dari k-pop yaitu lagu-lagu mereka sangat halus, lembut, beat dan juga membangkitkan perasaan pendengarnya dengan irama khas musik asia timur dengan ciri khas Koreanya yang berwarna dan berbeda dari lagu-lagu barat dan juga di tambah dengan sentuhan dance nya karena tidak mudah menari dan menyanyi serta mereka juga menyanyi tidak lypsinc, maka dari itu saya tertarik dengan Korean wave terutama k-pop nya, ketertarikan saya tidak hanya disitu saja , saya mulai masuk kedalam anggota fans k-pop,  jadi saya sibuk mengurus fandom dan saya juga tertarik untuk belajar bahasa korea dan sering mengcover lagu-lagu k-pop, tidak hanya disitu saya juga mengumpulkan uang hanya demi menonton sebuah konser k-pop. Saya sudah terlalu fanatik dengan k-pop, sampai-sampai pacar saya kesal karena ulah saya yang terlalu mementingkan k-pop, tetapi untung saja dia bisa memaklumi.      


            Kembali ke topik mengenai diri saya, ketika di masa depan saya ingin menjadi orang sukses.
Saya ingin membanggakan kedua orang tua dan orang terdekat saya bahwa saya ini bisa berdiri sendiri dengan mandiri, saya memiliki keinginan untuk menjadi seorang pengusaha sukses dimasa depan, saya ingin apa yang menjadi keinginan saya menjadi kenyataan, saya ingin kehidupan saya sempurna, walapun saya tahu memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, tetapi saya ingin sempurna bagi diri saya sendiri, saya ingin menjadi wanita karir dan memiliki keluarga yang penuh cinta dan harmonis, sekarang saya tidak ingin memikirkan terlalu jauh, saya ingin menjalani kehidupan saya yang sekarang menjadi seorang Mahasiswa yang mengemban ilmu untuk masa depan yang lebih baik. Saya berharap di tempat saya mengemban ilmu di Universitas Gunadarma, saya bisa menjadi orang yang sukses dengan ilmu-ilmu yang saya peroleh di perkuliahan dan juga saya menjadi orang yang berhasil dan berpotensial di dunia pekerjaan saya dimasa depan, dan Insya Allah ketika sudah mentamatkan kuliah S1, saya ingin melanjutkan jenjang studi S2..semoga tercapai...Amin..Ya robal alamin...

             Saya pikir sudah cukup sampai disini tentang pendeskripsian mengenai diri saya, kegemaran, keseharian, kelebihan atau kekurangan, juga masa depan saya, terima kasih sehingga saya bisa mencurahkan apa yang ingin saya tulis di blog saya sendiri dan terima kasih atas perhatiannya, Wassalam.

            

 Link : www.gunadarma.ac.id            
 

          

Tuesday, 1 October 2013

Tugas Bahasa Indonesia 1

======================================================
TUGAS BAHASA INDONESIA

MENCARI ARTIKEL TENTANG MANAJEMEN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA RESMI DAN TIDAK RESMI ”




Disusun Oleh :
ALBINA DINI ASTUTY

KELAS / NPM  : 3EA07 / 10211541

Mata Kuliah  : BAHASA INDONESIA
Dosen          : SENDI EKA NANDA

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN

UNIVERSITAS GUNADARMA

2013 / 2014
                                    
======================================================================

ARTICLE

Manajemen Proyek dan Dinamika Proyek

Posted by ALBINA DINI ASTUTY



Inisiasi adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik,dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah.

Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi), dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.

Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya.  Pada umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya disebut dengan "triple constrains" atau "tiga batasan". Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan harkat dan martabat individu dalam menjalankan proyek, maka batasan ini kemudian berkembang dengan ditambahkan dengan batasan keempat yaitu faktor keselamatan. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengoptimasikan dan pengalokasian semua sumber daya dan mengintegrasikannya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditentukan.

Sejarah
 
Tidak ditemukan sumber yang pasti mengenai bagaimana sejarah manajemen proyek yang sebenarnya. Namun, bukti terhadap diimplementasikannya ilmu manajemen proyek sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya piramid raksasa di kota Mesir. Piramida yang secara umum merupakan sebuah bangunan yang berfungsi sebagai makam raja-raja dan juga sebagai sarana tempat peribadahan, merupakan bukti yang paling menakjubkan dari penerapan ilmu manajemen proyek pada masa lalu. Pembangunan piramid yang tidak dilakukan sembarangan membuktikan bahwa desain dari setiap sudut bangunan diperhitungkan dengan sangat teliti. Hampir setiap piramid dibangun dengan memperhitungkan jarak piramid dengan matahari, karena matahari merupakan elemen terpenting bagi kehidupan masyarakat kuno. Pembangunan piramid ini tidak mungkin dapat terlaksana jika tidak ada orang yang melakukan perencanaan, pengorganisasian dan menggerakkan para pekerja serta melakukan pengontrolan dalam pembangunannya. Dan sejarah pun mencatat bahwa bangsa Indonesia juga mempunyai catatan gemilang dalam Manajemen Proyek, salah satunya adalah Borobudur yang dibangun pada kurun waktu antara 760 dan 830 AD pada masa puncak kejayaan wangsa Syailendra di Jawa Tengah.

Sebagai sebuah dispilin keilmuan, Manajemen Proyek dikembangkan dari beberapa bidang aplikasi termasuk didalamnya konstruksi sipil, teknik rekayasa, dan juga aktivitas di bidang HANKAM (pertahanan-keamanan). Manajemen Proyek telah diterapkan dari awal perabadan manusia. Di antaranya misalnya Vitruvius (1 abad SM), Christopher Wren (1632-1723), Thomas Telford (1757-1834) dan Isambard Kingdom Brunel (1806-1859).

Kemudian baru pada tahun 1900 an Manajemen Proyek dengan proses sistematiknya diterapkan pada proyek rekayasa yang kompleks. Dua tokoh yang fenomenal dari manajemen proyek. Adalah Henry Gantt, disebut ayah dari teknik perencanaan dan kontrol, yang terkenal dengan penggunaan tentang Gantt chart sebagai alat manajemen proyek. dan kemudian Henri Fayol untuk ciptaan-Nya dari 5 fungsi manajemen yang membentuk dasar dari tubuh pengetahuan yang terkait dengan proyek dan manajemen program . Gantt dan Fayol, keduanya adalah mahasiswa Frederick Winslow Taylor untuk memperdalam teori manajemen ilmiah. Karyanya adalah pelopor alat manajemen proyek modern termasuk rincian struktur kerja (WBS - Work Breakdown Structure) dan alokasi sumber daya.

Tahun 1950 menandai awal era Manajemen Proyek modern datang bersama-sama dengan bidang Rekayasa Teknis (Enjinering) sebagai satu kesatuan. Manajemen proyek menjadi dikenal sebagai suatu disiplin ilmu yang berbeda yang timbul dari disiplin ilmu manajemen dengan model rekayasa Di Amerika Serikat . Sebelum tahun 1950-an secara garis besar, proyek dikelola dengan menggunakan Grafik Gantt, sebagai suatu alat dan teknik informal. Pada saat itu, dua model penjadwalan proyek dengan model matematis sedang dikembangkan. Yang pertama adalah Metode Jalur Kritis (CPM - Critical Path Method) yang dikembangkan pada suatu proyek sebagai usaha patungan antara DuPont Corporation dan Remington Rand Corporation untuk mengelola proyek-proyek pemeliharaan tanaman. Dan yang kedua adalah "Evaluasi Program dan Tinjauan Teknik" (atau PERT - Program Evaluation and Review Technique), dikembangkan oleh Booz Allen Hamilton sebagai bagian dari Angkatan Laut Amerika Serikat (dalam hubungannya dengan Lockheed Corporation) dalam pengembangan Program rudal kapal selam Polaris; Perhitungan teknik matematis ini kemudian cepat menyebar ke perusahaan-perusahaan swasta untuk diterapkan. Dalam waktu yang sama, model penjadwalan-proyek juga sedang dikembangkan, teknik menghitung biaya proyek, manajemen biaya, dan ekonomi teknik terus berkembang, dengan kepeloporannya oleh Hans Lang dan lain-lain.

Pada tahun 1956, American Association of Cost Engineers (AACE), yang sekarang disebut AACE Internasional; Asosiasi Internasional untuk ahli Teknik Biaya yang pada awalnya dibentuk oleh praktisi manajemen proyek dan spesialisasi terkait dengan perencanaan dan penjadwalan, perkiraan biaya , dan pengenadalian jadwal proyek (Pengendali Proyek - Project Control). AACE terus bekerja sebagai perintis dan pada tahun 2006 pertama kali merilis proses yang terintegrasi untuk manajemen portofolio, program dan proyek (Total Cost Management Framework). AACE meneawarkan beberapa sertifikasi seperti CCE, PSP dan lain sebagainya.

Pada tahun 1967, International Project Management Association (IPMA) didirikan di Eropa, sebagai sebuah federasi dari beberapa asosiasi manajemen proyek nasional. IPMA memelihara struktur federal hari ini dan sekarang termasuk asosiasi anggota pada setiap benua kecuali Antartika. IPMA menawarkan Sertifikasi Tingkat Empat program yang berdasarkan Baseline IPMA Kompetensi (ICB). ICB ini mencakup kompetensi teknis, kompetensi kontekstual, dan kompetensi perilaku.

Pada tahun 1969, Project Management Institute (PMI) dibentuk di Amerika Serikat.PMI menerbitkan buku Panduan yang sering disebut dengan PMBOK Guide (Project Management Body of Knowledge Guide), yang menggambarkan praktek manajemen proyek yang umum untuk "hampir semua proyek dan hampir semua waktu". PMI juga menawarkan beberapa sertifikasi seperti PMP, CAMP dan lain sebagainya.
Di Indonesia sendiri Manajemen Proyek berkembang pada era tahun 1970-1990 an diawali dengan semakin banyaknya berkembang proyek-proyek infrastruktur yang banyak memerlukan profesional di bidang Manajemen Proyek. Salah satunya yang berdiri pertama kali adalah Project Management Institut Chapter Jakarta (yang sekarang disebut PMI - Indonesia). PMI Indonesia didirikan pada tahun 1996 dan merupakan organisasi yang didedikasikan untuk meningkatkan, konsolidasi dan penyaluran manajemen proyek Indonesia dan bekerja untuk pengembangan pengetahuan dan keahlian untuk kepentingan semua stakeholder. Organisasi ini adalah salah satu cabang dari Project Management Institute (PMI), sebuah organisasi, nirlaba profesional di seluruh dunia terkemuka.

Dan pada tanggal 16 Juli 1999 didirikanlah Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI) yang merupakan asosiasi dari para Ahli Manajemen Proyek Indonesia dan didirikan di Jakarta, sebagai salah satu asosiasi profesi anggota LPKJ. Lembaga IAMPI ini juga menawarakan sertifikasi yang betaraf nasional di Indonesia.

Dan terakhir adalah lembaga ITAPPI (Ikatan Tenaga Ahli Pengendali Proyek Indonesia) yang didirikan pada tahun 2008 dan merupakan organisasi profesional dengan bidang pengendali proyek (Project Control).

PENGERTIAN

Manajemen Proyek adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan dengan menggunakan empat fungsi utama yaitu planning, organizing, actuating, controling ( POAC ) yang didasarkan pada sumberdaya yang dimiliki.

Perbedaan antara kegiatan kerja proyek dan kegiatan progam kerja proyek adalah :

Kerja proyek : adalah kegiatan yang dilakukan bila sudah tersekejul sebelumnya
Program kerja : adalah kegiatan yang rutin dikerjakan tanpa adanya sekejul sebelumnya
System development life cycle : Adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi yang melalui beberapa langkah.
Scope proyek : Adalah semua kegiatan pada membuatan hasil proyek dan proses pembuatanya, serta pengeloaan proses-proses untuk mendefinisikan dan pengendalian apa yang termasuk dan tidak termasuk dalam proyek.
  
Elemen Manajemen Proyek

3 P ( utama )
  • purpose ( persiapan )
  • people ( personil )
  • proses dan evaluasi ( pelaksanaan dan evaluasi )
6 S ( pendukung )
  • Scope ( batasan )
  • Support ( pendukung )
  • Schedule ( jadwal )
  • Strategy ( strategi )
  • Structure ( struktur )
  • System ( sistem )

PROSES


 
Terdapat lima tahap kegiatan utama yang dilakukan dalam siklus hidup proyek yaitu :      


TAHAP INISIASI

Tahap inisiasi proyek merupakan tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan. Pada tahap ini, permasalahan yang ingin diselesaikan akan diidentifikasi. Beberapa pilihan solusi untuk menyelesaikan permasalahan juga didefinisikan. Sebuah studi kelayakan dapat dilakukan untuk memilih sebuah solusi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk direkomendasikan sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika sebuah solusi telah ditetapkan, maka seorang manajer proyek akan ditunjuk sehingga tim proyek dapat dibentuk.

Tahap Perencanaan dan Desain

Ketika ruang lingkup proyek telah ditetapkan dan tim proyek terbentuk, maka aktivitas proyek mulai memasuki tahap perencanaan. Pada tahap ini, dokumen perencanaan akan disusun secara terperinci sebagai panduan bagi tim proyek selama kegiatan proyek berlangsung. Adapun aktivitas yang akan dilakukan pada tahap ini adalah membuat dokumentasi project plan, resource plan, financial plan, risk plan, acceptance plan, communication plan, procurement plan, contract supplier dan perform phare review.

Tahap Eksekusi (Pelaksanaan proyek dan/atau Konstruksi)

 Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini, deliverables atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi.

Tahap Pemantaun dan sistem Pengendalian

Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu dilakukan guna memantau dan mengontrol penyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek.

Tahap Penutupan

Tahap ini merupakan akhir dari aktivitas proyek. Pada tahap ini, hasil akhir proyek (deliverables project) beserta dokumentasinya diserahkan kepada pelanggan, kontak dengan supplier diakhiri, tim proyek dibubarkan dan memberikan laporan kepada semua stakeholder yang menyatakan bahwa kegiatan proyek telah selesai dilaksanakan. Langkah akhir yang perlu dilakukan pada tahap ini yaitu melakukan post implementation review untuk mengetahui tingkat keberhasilan proyek dan mencatat setiap pelajaran yang diperoleh selama kegiatan proyek berlangsung sebagai pelajaran untuk proyek-proyek dimasa yang akan dating. Organisasi Proyek Tahapan ini merupakan tahapan sebuah proyek sebelum kemudian ditutup (penyelesaian). Namun tidak semua proyek akan melalui setiap tahap, artinya proyek dapat dihentikan sebelum mereka mencapai penyelesaian. Beberapa proyek tidak mengikuti perencanaan terstruktur dan / atau proses pemantauan. Beberapa proyek akan melalui langkah 2, 3 dan 4 beberapa kali.
Banyak industri menggunakan variasi pada tahap-tahapan proyek ini. Sebagai contoh, ketika bekerja pada sebuah perencanaan desain dan konstruksi, proyek biasanya akan melalui tahapan dengan nama yang berbeda-beda seperti pada tahapan Perencanaan dengan nama: Pra-Perencanaan, Desain Konseptual, Desain Skema, Pengembangan Desain, Gambar Konstruksi (atau Dokumen Kontrak), dan/atau Administrasi Konstruksi
Mengapa purpose lebih awal dilakukan didalam manajemen proyek dari people dan proses ?

–> purpose ( planning ) –> people ( organizing ) –> proses dan evaluasi ( actuating & controling ) kaitan dengan fungsi manajemen ( POAC )

Answer : karena, tanpa adanya rencana dan tujuan tidak akan efisien dan efektif suatu proyek.

Konsep Manajemen Proyek
  • Konsep Strategi
–>Strategy–>System–>Structure–>( loop)
Saling berkaitan antara ketiganya.
  • Konsep Implementasi
–>Scope–>Schedule–>Support–>(loop)
Pada prinsipnya semua nya mencangkup ruang lingkup tertentu dan saling terkait.
  • Konsep Operasi
–>Purpose–>People–>Proses–>(loop)
Proses harus efisien agar tujuan proyek dapat tercapai sesuai harapan yaitu proses yang efisien dengan tujuan yang efektif

Mengenal Profile Manajemen Proyek

Kegiatan proyek dapat diartikan sebagai satu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan dengan jelas. Tugas tersebut dapat berupa membangun pabrik, membuat produk baru atau melakukan penelitian dan pengembangan.
Dari pengertian diatas terlihat bahwa ciri pokok-pokok proyek adalah sebagai berikut :
  • Memiliki tujuan yang khusus, produk akhir atau hasil kerja akhir
  • Jumlah biaya, sasaran jadwal serta kriteria mutu dalam proses mencapai tujuan diatas telah ditentukan
  • Bersifat sementara dalam arti umumnya dibatasi oleh selesainya tugas. Titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas
  • Nonrutin tidak berulang-ulang. Jenis dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung
Disamping proyek, dikenal pula program yang mempunyai sifat sama dengan proyek. Perbedaannya terletak pada kurun waktu pelaksanaan dan besarnya sumber daya yang diperlukan. Program memiliki skala lebih besar dari pada proyek. Umumnya program dapat dipecah menjadi lebih dari satu proyek. atau suatu program merupakan kumpulan dari bermacam-macam proyek.

Perbandingan Kegiatan Proyek dengan Kegiatan Operasional

Perbandingannya adalah sebagai berikut :
Kegiatan Proyek
  • Bercorak dinamis, non rutin
  • Siklus proyek relatif pendek
  • Intensitas kegiatan didalam periode siklus naik turun
  • Kegiatan harus diselesaikan berdasarkan anggaran dan jadwal yang telah ditentukan
  • Terdiri dari bermacam-macam kegiatan yang memerlukan berbagai disiplin ilmu
  • Keperluan sumber daya berubah
Kegiatan Operasional
  • Berulang-ulang, rutin
  • Berlangsung dalam jangka panjang
  • Intensitas kegiatan relatif sama
  • Batasan anggaran dan jadwal tidak setajam dalam proyek
  • Macam kegiatan tidak terlalu banyak
  • Macam dan volume keperluan sumber daya relatif konstan
Kompleksitas Proyek

Kompleksitas proyek tergantung dari hal berikut :
  • Jumlah macam kegiatan didalam proyek
  • Macam dan jumlah hubungan antar kelompok (organisasi) didalam proyek dengan pihak luar
Kompleksitas tidak tergantung dari besar kecilnya ukuran suatu proyek. Proyek kecil dapat saja bersifat lebih kompleks dari pada proyek dengan ukuran yang lebih besar.

Macam Proyek

Dilihat dari komponen utama proyek dapat dikelompokan sebagai berikut :
  • Proyek Engineering Konstruksi
komponen jenis ini terdiri dari desain engineering, pengkajian kelayakan, pengadaan dan kontruksi. Contoh pembangunan jembatan, jalan raya dsb.
  • Proyek Engineering Manufaktur
Manukfaktur merupakan proses untuk menghasilkan produk baru. kegiatannya meliputi dasian engineering, pengembangan produk, manufaktur, perakitan dan uji coba. Contoh pembuatan ketel uap, kendaraan mobil dan motor dsb.
  • Proyek Penelitian dan Pengembangan
Tujuannya adalah melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka menghasilkan suatu produk tertentu. Contoh badan pengembangan dsb.
  • Proyek Pelayanan Manajemen 
Perusahaan umumnya memerlukan proyek semacam ini diantaranya :
- Merancang sistem informasi managemen meliputi perangkat lunak maupun perangkat keras
- Merancang program efisiensi dan penghematan
- Diversifikasi, penggabungan dan pengaambil alihan
Proyek tersebut tidak membuahkan hasil, produk dan fisik tetapi laporan akhir.
  • Proyek Kapital
Berbagai badan usaha atau pemerintah memiliki kriteria tertentu untuk proyek kapital. Contoh proyek PLTU dsb.

Timbulnya Suatu Proyek

Awalnya timbul proyek dapat berasal dari beberapa sumber berikut :
  • Rencana Pemerintah –> misalnya pembangunan jalan, jembatan dsb
  • Permintaan Pasar –>  membangun sarana produksi baru dsb
  • Dari dalam perusahaan –> misalnya meningkatkan efisiensi kerja dsb
  • Kegiatan penelitian pengembangan –> misalnya obat-obatan, bahan kimia dsb.

PERILAKU DAN DINAMIKA PROYEK

kegiatan proyek dapat diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu yang dimaksudkan untuk menghasilkan produk atau deliverable yang kriteria mutunya telah digariskan dengan jelas. lingkup (scope) tugas tersebut dapat berupa pembangunan pabrik, pembuatan produk baru, atau pelaksanaan penelitian dan pengembangan. ciri-ciri pokok proyek adalah sebagai berikut:

1. Bertujuan menghasilkan lingkup (scope) tertentu berupa produk
akhir atau hasil kerja akhir.

2. Dalam proses mewujudkan lingkup diatas, ditentukan jumlah
biaya, jadwal, serta kriteria mutu.

3. Bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oeh selesainya
tugas. Titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas.

4. Nonrutin, tidak berulang-ulang. Macam dan intensitas kegiatan
berubah sepanjang proyek berlangsung.

disamping proyek, dikenal juga "Program" yang mempunyai sifat sama dengan proyek. Perbedaannya terletak pada kurun waktu pelaksanaan dan besarnya sumber daya yang diperlukan. program memiliki skala lebih besar daripada proyek. Umumnya. program dapat dipecah menjadi lebih dari satu proyek. Dengan kata lain, suatu program merupakan kumpulan dari bermacam-macam proyek.

SASARAN PROYEK DAN TIGA KENDALA (Triple Constraint)

Selain berbentuk bangunan, setiap proyek memiliki tujuan khusus, misalnya membangun rumah tinggal, jembatan, atau instalasi pabrik. Dapat pula berupa hasil kerja penelitian dan pengembangan. Di dalam proses mencapai tujuan tersebut, ada tiga batasan yang harus dipenuhi yang menjadi parameter penting bagi penyelenggara proyek yang sering diasosiasikan sebagai sasaran proyek. ketiga batasan tersebut disebut "tiga kendala (triple constraint)", antara lain:

1. Anggaran, proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran. Untuk proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar dan jadwal pengerjaan bertahun-tahun, anggaranya tidak hanya ditentukan secara total proyek, tetapi dipecah atas komponen-komponenya atau per periode tertentu yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. dengan demikian, penyelesaian bagian-bagian proyek pun harus memenuhi sasaran anggaran per periode.

2. Jadwal, Proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan. Bila hasil akhir adalah produk baru, maka penyerahannya tidak boleh melewati batas waktu yang ditentukan.

3. Mutu, Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan, Sebagai contoh, bila hasil kegiata proyek tersebut berupa instalasi pabrik, maka kriteria yang harus dipenuhi adalah pabrik harus mampu beroperasi secara memuaskan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. jadi memenuhi persyaratan mutu berarti mampu memenuhi tugas yang dimaksudkan atau sering disebut sebagai fit for the intended use.



Sumberid.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek
               http://areyati.wordpress.com/2010/11/23/manajemen-proyek
             

Link :
    
www.gunadarma.ac.id 

Tuesday, 18 June 2013

Tugas Softskill Kewarganegaraan : Membuat 100 kata mengenai BLSM

Albina Dini Astuty
2EA07 / 10211541

BLSM..  memang kata-kata itu mungkin sudah terdengar dan banyak yang tahu, ya..singkat saja, BLSM atau bantuan langung sementara masyarakat merupakan bantuan yang di berikan oleh pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah atau diperuntukan kepada masyarakat yang terkena dampak negatif dari menaiknya tingkat harga perekonomian suatu negara atau terjadinya laju inflasi semakin tinggi, oke.. kali ini saya akan meluapkan argumen saya mengenai bantuan langsung sementara masyarakat atau BLSM itu.. check this out...))

Bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) memang memanjakan rakyat, argumen saya mengenai BLSM tidaklah merata apalagi bantuan sebesar Rp 150.000 selama 9 bulan seharusnya diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang terkena dampak langsung kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Masyarakat berpendapatan minim memang harus diselamatkan, dan itu memang tanggung jawab negara. Mereka diselamatkan dengan bantuan langsung sementara melalui beberapa skema, dan juga pemerintah,seharusnya memastikan bahwa kelompok masyarakat yang menerima bantuan adalah mereka yang benar-benar membutuhkan. sebaiknya pemerintah juga melakukan verifikasi daftar penerima BLSM yang akan dibagikan kepada masyarakat kelas kecil.

Sementara itu, terkait penolakan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, hal seperti itu terjadi akibat kurangnya sosialisasi. Masyarakat dinilai belum memahami alasan pemerintah menaikkan harga BBM. Oleh sebab itu, sosialisasi memang perlu sangat harus dilakukan ,saya pun berpendapat, program BLSM itu tak produktif, Terlebih lagi dikarenakan nilai alokasinya atau jangkauan nya lebih besar ketimbang tambahan anggaran infrastruktur. padahal menurut saya proyek infrastruktur memiliki efek ekonomi berantai yang lebih berarti demi kelangsungan hidup masyarakat, dan juga pengurangan subsidi BBM oleh pemerintah hanya dialihkan ke subsidi lain. Buktinya saja, banyak mayoritas anggaran penghematan alokasinya juga diberikan untuk subsidi. Masyarakat seharusnya diberi pekerjaan, bukan bantuan langsung tunai. istilah kata " kasih pancing, bukan ikannya ", begitu juga yang terjadi pada masyarakat dan menurut argumen saya bantuan langsung itu tak mendidik.

Pembangunan proyek infrastruktur padat karya, yang menyerap tenaga kerja juga pada akhirnya memberikan pendapatan kepada masyarakat. Efek berantai positif menjadi luas, jadi BLSM tidak produktif dan hanya bersifat sesaat.

Kompensasi semestinya diarahkan untuk membangun infrastruktur yang langsung menyangga hidup kelompok masyarakat yang paling rawan terkena dampak kenaikan harga BBM. kebanyakan dari mereka bekerja sebagai buruh pabrik di perkotaan serta petani dan nelayan di desa. Dengan demikian, kompensasi terbaik adalah dengan membangun proyek infrastruktur yang menggerakkan perekonomian tiga kelompok (kalangan atas, kalangan menengah dan kalangan bawah ) pada masyarakat tersebut, jadi dengan begitu dapat mengurangi kesenjangan sosial yang terjadi pada masyarakat.


Link  :  www.gunadarma.ac.id

Tuesday, 14 May 2013

Tugas softskill 3 Kewarganegaraan


Albina Dini Astuty
2EA07/10211541

1. Strategi apa untuk membangun(strategi ketahanan nasional menurut anda), contohnya tertarik dalam budaya militer ?

* Menciptakan suasana dan keadaan aman, tenteram,  tertib dan dinamis, yang merupakan landasan dan iklim bagi  tiap usaha dalam pelaksanaan pembangunan disegala bidang.
* Ikut serta menjamin  adanya  perdamaian  dunia, dan mewujudkan kestabilan di Wilajah Asia Tenggara.
* Siap menghadapi segala kemungkinan ancaman dalam segala  bentuk dan manifestasinya baik dari luar maupun dari dalam, yang dapat menghambat, mengganggu serta dapat membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara.
* Membangun kemampuan rakyat semesta, dan meniadakan kerawanannya dengan membangun ABRI dengan kekuatan siap yang kecil dan cadangan yang cukup, serta Polri yang mampu membina keamanan dan ketertiban masyarakat.

2. Mengarang 250 kata ( Pengalaman terindah transportasi )

Masih ingat kapan pertama kali naik pesawat? Nah, kali ini saya akan mencoba menceritakan pengalaman pertama kali naik pesawat. Tepatnya ketika kelas 4 SD (jika tidak salah), ketika itu saya masih berusia sekitar 9 atau 10 tahun gitu.

Penerbangan perdana saya ketika itu, dengan rute Jakarta - Solo, dari bandara Soekarno-Hatta. Pesawatnya Lion Air, berangkat dari Bandara Cengkareng - Jakarta, ketika masuk kedalam pesawat sekilas takjub karena itulah seumur hidup baru pertama kali naik pesawat.. ndeso! Saya duduk dekat jendela, akhirnya baling-baling pesawat pun mulai menderu, dengan bunyi yang sangat memekakkan telinga. Pesawat pun mengudara. Selama penerbangan, sebenarnya naik pesawat tidak terasa apa-apa, ya seperti duduk biasa gitu..hehehe

Penerbangan Jakarta – Solo, ketika itu ditempuh dalam waktu hampir 1 jam. Setelah merasakan terguncang-guncang (lebayy) akhirnya pramugari mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat di bandara Adi Sumarno, Solo, dan.. perlahan pesawat menyentuh landasan pacu bandara Adi Sumarno Solo. Tiba kembali dengan selamat di kota kelahiran Ayah Saya tercinta.

Sejak naik pesawat , Saya merasa senang, ya iyalah nama nya juga anak kecil gitu...hehehe, tapi itu baru pertama kali juga sih naik pesawat (ahh ndeso lagi guw...hehehe), Kenapa memutuskan naik pesawat ? karena ketika itu keluarga di solo sedang mengadakan hajatan pernikahan, Sebenarnya keluarga saya memiliki mobil tetapi ketika itu ayah saya bekerja dan tidak bisa ambil libur dari pekerjaannya karena tidak ada yang menggantikan dia, akhirnya saya, adik dan ibu saya memutuskan untuk ke solo menghadiri acara pernikahan itu, kami bertiga ketika itu memutuskan untuk berangkat naik pesawat, karena kami ingin merasakan naik pesawat, ketika itu tiket pesawat murah, ya namanya juga masih wilayah pulau jawa, Sekian pengalaman transportasi saya menggunakan jalur udara.


Link :
 
www.gunadarma.ac.id